Souvenirs

Prospek Cerah Kerajinan Marmer Tulungagung


Kilau bongkahan pualam memang sungguh menggoda. Memberikan suasana ketenangan dan kesejukan di sekelilingnya. Ketika bongkahan tersebut dihamparkan menjadi lantai rumah ataupun lapisan dinding, kesan dingin pasti akan memenuhi suasana sekitar. Apalagi ketika bentuknya sudah diubah menjadi berbagai hiasan interior. Siapa pun akan dibuatnya jatuh hati. Tidak mengherankan, banyak orang yang meliriknya dan menjadikannya sebagai pajangan rumah.

Bentuknya, yang eksotik dan menarik minat banyak orang, telah membuat sejumlah kalangan berinisiatif mengembangkan pualam menjadi sebuah industri kerajinan. Hasilnya, sungguh luar biasa! Kerajinan pualam --yang lebih akrab disebut "marmer" itu-- tidak hanya diminati pasar dalam negeri. Bahkan, kini sudah mulai menembus pasar luar negeri.

Marmer memang salah satu sumber daya alam yang menakjubkan di tanah air ini. Hanya saja, tak semua daerah memilikinya. Kabupaten Tulungagung adalah salah satu daerah yang beruntung di negeri ini karena wilayahnya menyimpan potensi kekayaan alam yang luar biasa tersebut. Walhasil, setelah melewati sebuah proses yang tidak gampang, potensi tersebut akhirnya bisa diangkat menjadi sebuah peluang usaha yang berprospek cerah.

Menelisik jejak marmer di Kabupaten Tulungagung

Tulungagung merupakan salah satu kabupaten yang berada di Propinsi Jawa Timur dan terletak pada ketinggian 85 m di atas permukaan air laut. Bagian barat lautnya merupakan daerah pegunungan dan menjadi bagian dari Pegunungan Wilis-Liman. Begitu pula dengan bagian selatan, yang merupakan rangkaian dari Pegunungan Kidul. Dataran rendah ada di bagian tengah. Di tengah kota, mengalir sebuah sungai, yakni Kali Ngrowo yang merupakan anak Kali Brantas, sehingga seolah membagi wilayah Kabupaten Tulungagung menjadi dua bagian, bagian utara dan selatan.

Marmer sendiri sebenarnya merupakan metamorfosis batu gamping (dolomit) yang telah mengalami proses perubahan tekanan dan temperatur selama ratusan tahun. Batuan ini berbentuk kompak, padat, tanpa pelapisan, menunjukkan adanya proses rekristalisasi, dan banyak mengandung mineral kalsit. Adapun mineral tambahannya berupa kuarsa, talk, klorit, amphibol, pirit, piroksen, hematit, dan grafit.

Berbagai macam mineral tersebut saling berpadu dan memberikan corak warna yang beragam. Marmer kalsit berwarna putih jernih dan berkualitas tinggi. Kandungan grafit akan menimbulkan warna abu-abu, kandungan hematit akan menimbulkan warna pink dan merah, sedangkan berwarna kuning dan krem dilahirkan oleh kandungan limonit.

Berdasarkan kandungan mineral dan proses terjadinya, marmer dikelompokkan menjadi dua jenis. Pertama, marmer onix. Berasal dari kalsit kristalin yang terbentuk dari larutan air dingin. Pada umumnya, ditemukan di daerah gua-gua batu gamping. Kedua, marmer verde-antik, yakni serpentin masif yang dipotong oleh urat-urat kuarsa.

Daerah penghasil marmer di Kabupaten Tulungagung terletak di bagian selatan, yakni di Desa Besole dan Desa Gamping yang berada di Kecamatan Campurdarat. Kedua desa tersebut berjarak sekitar 25 km dari pusat kota Tulungagung. Desa Besole dan DesaGamping merupakan daerah perbukitan kapur (gamping) dan tanahnya tandus. Awalnya, penduduk desa tersebut bermatapencarian sebagai petani. Jika musim paceklik tiba, mereka akan pergi ke kota untuk mengadu nasib karena tanah pertanian di desanya tidak lagi memberikan hasil.

Kondisi tersebut jelas menimbulkan keprihatinan bagi Pemda setempat. Akhirnya, pada tahun 1989, Pemda menyelenggarakan workshop untuk warga setempat. Tujuannya, memberikan pelatihan kepada warga desa agar memiliki keterampilan yang cukup, sehingga bisa digunakan untuk mengalihkan mata pencarian mereka, yang semula di sektor pertanian menuju sektor industri. Warga desa kemudian mencoba menekuni kerajinan marmer secara lebih serius lagi, yang sebenarnya sudah mereka warisi secara turun temurun sejak dahulu.

Prospek kerajinan marmer

Ketelatenan dan keuletan warga dalam mengembangkan kerajinan marmer di desanya membuahkan hasil yang cukup melegakan. Kini, kedua desa tersebut telah memiliki sekitar 700 unit usaha batu marmer maupun onix, baik skala kecil maupun besar yang mampu menampung ribuan tenaga kerja. Ratusan etalase yang memajang hasil kerajinan marmer juga terdapat di sana. Cara inilah yang menarik minat pengunjung, khususnya para wisatawan yang sedang menuju ke Pantai Popoh yang melewati jalur ini.

Setiap harinya, para perajin mengerjakan berbagai pesanan hiasan interior maupun aksesoris, dengan produksi hingga mencapai ribuan ton. Mulai dari hiasan kecil--semisal asbak, vas bunga, dan kap lampu-- hingga ukuran besar --meja rias, bak mandi, meja, maupun perkakas rumah tangga lainnya--.

Harga yang ditawarkan juga relatif bervariasi, tergantung setiap jenis produknya. Berikut ini daftar beberapa produk beserta harganya.
Sumber: http://marmero.com/
Menurut para pembeli, harga yang ditawarkan di show room asalnya jauh lebih murah bila dibandingkan di tempat lain. Para pembeli lokal biasanya datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang dari Blitar, Semarang, Yogyakarta, Jakarta, maupun yang berasal dari luar Jawa.

Adapun harga marmer per meter persegi berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:
Sumber: Pinangsia, Kompas Cyber Media (2002)


Pada awalnya, kerajinan marmer ini hanya dipasarkan di etalase yang berada di sepanjang jalan Desa Gamping dan Desa Besole. Konsumenlah yang datang sendiri untuk membeli produk yang ditawarkan tersebut. Namun, seiring dengan permintaan yang terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, para perajin kemudian mendirikan show room di tempat lain, bahkan hingga ke kota-kota besar, semisal Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, dan Denpasar. Memang, tidak semua perajin membuka show room di tempat lain atau di luar daerah. Mereka yang tidak membuka show room di tempat lain, alasannya karena merasa kewalahan melayani pesanan yang sudah melebihi kapasitas, sehingga mereka hanya memproduksi barang berdasarkan permintaan konsumen.

Mutiara Onix adalah salah satu perusahaan kerajinan marmer yang terdapat di Tulungagung. Perusahaan yang beralamat di jalan Raya Popoh, Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat ini memproduksi beraneka produk kerajinan marmer, seperti sink marmer, wastafel batu kali, bak mandi, shower tray, outdoor lamp river stone, handycraft, dan aneka produk lainnya. Selain membuat aneka kerajinan dengan bahan dasar marmer, perusahaan ini juga menjadi pabrik pengekspor dan pemasok batu alam asli Indonesia. Berbagai produk yang dihasilkannya bisa diaplikasikan untuk kamar mandi, dapur, ruang tamu, taman, maupun interior dan eksterior lainnya.


Hingga saat ini, usaha kerajinan marmer dan onix di Tulungagung terus berkembang pesat. Bahkan, mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat. Pendapatan bersih dari kerajinan marmer memang cukup menggiurkan. Untuk pasar dalam negeri saja bisa mencapai Rp. 10 juta per bulannya, sedangkan untuk pasar luar negeri hingga mencapai Rp 2,4 miliar lebih. Negara yang menjadi tujuan utama ekspor marmer Tulungagung adalah Amerika Serikat, Australia, Korea, Jepang, Brunei, dan sejumlah negara Eropa.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...